Music in Library

Music in library, why not?

Ya, mengapa tidak! Bukankah musik memiliki fungsi edukasi dan terapi. Penelitian telah banyak merekomendasikan terapi musik untuk merangsang kinerja otak. Bahkan musik klasik seperti karya Bethoven seringkali direkomendasikan oleh dokter kandungan untuk menstimulasi pembentukan otak sejak janin.



Mitos yang dianut selama ini adalah to be silent in library!
Kegaduhan berupa suara sangat ditabukan. Dilarang. Perpustakaan menjadi seperti kuburan : sunyi. Suara yang ada hanya berupa bisik-bisik.

Memang ada nilai idealnya nilai kebisingan di perpustakaan, yaitu maksimal 45 dB. Suara atau musik yang tidak melampaui nilai tersebut hendaknya masih ditoleransi.

Untuk perpustakaan pribadi anda, nyalakanlah musik yang membuat rileks. Biasanya musik-musik favorit anda sendiri dan keluarga. Dengan demikian setiap orang betah membaca di perpustakaan. [*u.*]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengidentifikasi Buku

Perokok yang Menyebalkan (Etika Merokok)